Sebernarnya sudah banyak kicaumania yang sukses menangkar burung kacer,meski jumlahnya kalah jauh daripada penangkar murai batu.Hal ini terutama akibat harga anakan atau trotolan kacer jauh lebih murah dibanding dari pada murai batu,pdahal tingkat kesulitan berternak kacer dan murai batu relatif sama. Meski demikian sebagai kicaumania akan terus mendorong kemunculan peternak-peternak baru,untuk menekan angka perburuan terhadadp kacer di alam liar.Bagi calon penangkar maupun penangkar pemula ,ada baiknya anda mengenaliperilaku kacer saat berkembang biak dialam liar dan penangkaran. Kacer (copsychus saularis) sampai saat ini masih menjadi salah satu jenis burung kicauan yang digemari para kicaumania di indonesia.Bahkan kelas kacer masih menjadi primadona dalam beberapa lomba disumatera dan kalimantan.
sebagaiamana murai batu dan kacer termasuk burung yanag teritorial,petarung(figthter)dan sama memiliki karakter yang sangat agresif.Hal ini bisa dimaklumi,kedua sepesies ini memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat karena sama-sama berada dalam genus.
Lantaran sifatnya yang sangat agresif tak sedikit kicaumania yang mengaku cukup sulit ketika mencoba untuk menangkar kacer,untuk membantu anda khususnya pemula yang mencoba berternak burung kacer berikut ini perilaku burung kacer pada masa penjodohan dan berkembangbiak baik di alam liar maupun didalam kandang penangkaran.
Dialam liar kacer memiliki musim berkembang biak pada bulan-bulan tertentu tergantung pada wilayah persebarannya.Ada yang musim berkembang biaknya dimulai sejak januari hingga juni tetapi ada juga yanag berlangsung pada kurun waktu yang berbeda misalnya maret hingga agustus.
Pada waktu-waktu tersebut suasana hutan yang menjadi habitatnya pun menjadi lebih rame oleh suara kicauan kacer jantan yang menarik perhatian kacer betina,beberapa hari kemudian burung kacer betina akan ganti memangil-mangil kacer jantan.
Namun ketika dikembangbiakn di dalam kandang perternakaan burung kacer tidak akan mengalami kondisi seperti dialam liar yang hanya berlangsung pada kurun waktu tertentu.jika sudah jodoh maka seekor kacer jantan bisa mengawini betinya setiap hari sampai kacer betina bertelur dan mengerami anaknya.
Ketika anakan disapih atau dipisah dari induknya maka 1-2 minggu berikutnya pasangan induk kacer ini sudah mulai kawin dan berproduksi kembali jadi dalam kandang penangkaran burung kacer tidak mengalami musim yang ada di alam liar.
Yang penting para penangkar atau perawatnya harus memberikan makanan yang berkualitas terutama extra foding(EF) seperti jangkrik,kroto,ulat dan sebanginya
Selain itu untuk menjaga kondisi agar kacer jantan dan betina selalu dalam keada.an one fire harus memberikan suplemen khusus untuk burung berkicau.
Peroses penjodohan di alam liar dan penangkaran
Dialam liar musim kawin pada kacer ditandai dengan aktivitas burung jantan yang umumnya sudah berada dalam kondisi breending.kacer jantan akan rajin berkicau tertutama pada waktu fajar hingga matahari mulai terbit.
dia akan terus berkicau sampek burung betinanya mau menerimannya artinya kacer jantan berkicau dalam rangka menarik perhatian burung betina jika tertarik kacer betina akan mendekatinya,sibetina akan melihat gaya sijantan saat berkicau kalau makin tertarik maka dia akan terbang disisi kacer jantan.pada saat itulah kacer betina memeganag peran cukup besar dalam menentukan pasangannya,Ya sebagian kacer betina akan memilih pejantan yang mempunyai materi lagu yang bervariasi. Proses perkawinan pun akan terjadi setelah sijantan berhetin mengeluarkan kicauannya yang panjang.Gaya buka ekor yang dilakukan kacer jantan sambil berkicau menandakan bahwa dia siap mengawini burung betina untuk lebih jelasnya kita simak video berikut:
ketika manusia melakukan campur tangan dalam proses penjodohan dikandang penangkaran tentu perosesnya agak berbeda.Dalam hai ini kita harus mengenalkan dulu kacer jantan dan betina atau juga disebut penjodohan.
Proses penjodohan dilakukan dengan mendekatkan sangkar kacer jantan dan sangkar kacer betina,pastikan kedua calon induk ini sudah berumur dewasa dimana bulu trotolnya sudah berganti dengan bulu dewasa,lebih baik lagi kalau kacer betina sudah berumur 1tahun dan kacer jantan berumur 1,5 tahun.
Awalnya kacer jantan akan bersifat sangat agresif dan selalu berkicau terlebih dulu guna menunjukan dominasinya,namun setelah kedua sangkar didempetkan selama beberapa hari,kacer betina akan memangil-mangil pejantan sehinga keduanya akan selalu berkicau saling bersautan.selain itu tanda-tanda berjodoh juga bisa diamati dari psoisi bertenggernya keduanya akan selalu nangkring dalam posisi berdekatan meski dalam sangkar terpisah hal itu bisa dicermati baik siang maupun malam hari termasuk saat tidur.
Setelah bersaut-sautan anda bisa memasukan kacer betina kedalam kandang breending yang sudah dilengkapi kotak sarang dan bahan-bahan untuk membuat sarangnya,kemudian kacer jantan dimasukan ke kandang yang sama tapi masih dalam sangkar sehingga pergerkannya terbatas.
Pada hari pertama dikandang breending biasahnya kacer betina akan sibuk mengumpulkan bahan-bahan sarang serta membawanya dan menatanya dikotak sarang kalau kacer betina sudah ngunjal seperti itu maka kacer jantan bisa dikeluarkan dalam sangkarnya.
Kotak sarang untuk bertenak kacer berbentuk mirip gelodok namun dengan pintu masuk yang lebih besar,bisa memakai kotak sarang seperti yang digunakan dalam bertenak murai batu. bahan sarang terdiri atas kapas,serabut kelapa,sebok.an koran,rafia dan sebagainya. Nantinya kacer betina meyusun sendiri bahan sarang itu dalam kotak sarang tanpa bantuan burung jantan. di alam liar jantanlah yang bertugas mencari lokasi yang nantinya digunakan burung betina untuk bersarang,Nah pada kandang ternak lokasi sarang sebaiknya berada ditempat yang mudah terjangkau oleh kedua induk dan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi.
Seminggu setelah kawin,kacer betina akan bertelur sebanyak 3-5 butir,terurnya berwarna hijau pucat bercampur cokelat-kemerahan serta bercoret ungu keabuan. telur ini dikelurakan setiap hari sampai akhirnya induk betina mulai mengeram.Dalam hal ini tugas pengeramnya hanya dilakukan kacer betina saja burung jantan berada sekitar sarangnya. dialam liar kacer jantan selalu berjaga-jaga diluar sangkar untuk mencegah kemunculan predator atau kacer lain yang ingin merebut sarangnya.
Induk kacer betina akan mengerami terlurnya selama 12-14 hari,saat itu burung betina mengalami kondisi yang disebut brood patch atau rontok bulu pada area sekitar dada dan perutnya. Telur-telur ini akan menetas pada hari yang sama tapi ada juga beberapa kasus dimana semua telur baru menetas dalam waktu 40 jam,piyekan kacer berwarna oranye kecokelatan dengan mata masih menutup dan tanpa bulu,dia keluar dari balik cangkang terlurmya yang telah pecah setelah itu induk betina segera membersihkan sarang dengan membuang sisa-sisa cangkang itu dari saranganya.
Saat mengasuh anaknya kebutuhan pakan untuk induk kacer meningkat dua kali lipat,karena itu untik menjaga kondisi induk dan perkembangan piyikan maka pakan bergizi harus selalu tersedia dalam jumlah tak terbatas atau sekenyangnya burung induk.Selama beberapa hari piyikan kacer berada dalam masa tenang karena masih menyimpan cadangan makanan yang diperolehnya dari kuning telur saat belum menetas,burung induk pun hanya memberi makan kepada anak-anaknya yang membuka paruh lebar-lebar saja.Setelah berumur 3-4 hari barulah suara piyikan mulai terdengar ramai saat itu berlomba-lomba mencari perhatian induknya lantaran merasa lapar,dibandingkan burung jantan,kacer betina terlihat sangat sibuk dalam mengurusi dan merawat anak-anaknya. Dialam liar anakan kacer akan tetap bersama induknya meski dia sudah berlajar terbang pada umur 3bulan ketika kacer remaja sudah terbang jauh barulah mereka memisahkan diri dari kedua induknya.
Pada penangkaran kacer ketika kita bisa meniru persis apa yang terjadi dialam liar dimana anakan kacer tetap dirawat induknya terutama sampai bisa makan sendiri tanpa di loloh,namun untuk meningkatkan produktivitas indukan atau untuk mencegah pembantaian induk terhadap anaknya biasahnya para breeder melakukan pemanenan dini ketika anakan berumur 7hari ada juga yang memanen anakan saat berumur dua minggu (13-16 hari) saat anakan sudah mulai belajar terbang atau keluar dari sarangnya. sekitar 1-2 minggu setelah anakan dipanen ,pasangan induk akan kawin dan kembali berproduksi,perlu diketahui pasangan induk kacer akan mengunakan sarangnya yang lama untuk meletakan telur-telurnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar