Sekilas mengenai cacing merah
Apakah cacing merah itu identik dengan cacing tanah? informasi yang berdar selama ini memang masih simpang siur,perlu diketahui cacing tanah sebernarnya bukan merujuk pada sepesies tertentu atau spesies tunggal, cacing tanah adalah nama umum ratusan spesies cacing yang berada dalam kelas Oligochaeta.
Cacing tanah yang murni hidup didarat memiliki tubuh lebih besar daripada cacing tanah yang hidup semi akuatik karena tubuhnya besar cacing tanah darat disebut megadriles dan berda ordomegadrilacea adapun cacing tanah semi akuatik disebut microdriles dan ditempatkan dalam bebrapa ordo yang berbeda.Cacing tanah terdiri dari atas 21 keluarga antara lain lumbricidae dan megascolecidae. Beberapa spesies dari kedua keluarga inilah yang paling sering dibudayakan manusia misalnya lumbricus rubellus(cacing tanah yang kita kenal sebagai cacing merah selama ini)
Cacing tanah jenis Lumbricus meiliki bentuk tubuh pipih terdiri dari 90-195 segmen dan klitelum terletak di segmen 27-32. cacing tanah jenis pheretima berbentuk gilik panjang silindris berwarna merah keungunan terdiri atas 95-150 segmen dan klitelum di segmen 14-16.
Penggunaan cacing sebagai EF untuk burung kicauan sudah dilakukan sejak lama. beberapa jenis burung yang biasa diberi cacing adalah anis, murai batu, dan kacer. Kandungan proteinnya yang tinggi dan mudah didapatkan menjadikan cacing sebagai pakan favorit bagi burung kicauan.
Cacing juga sering dimanfaatkan para kicaumania untuk menstabilkan kondisi burung kicauan terutama kacer tapi jenis yang digunakan disini adalah cacing merah bukan cacaing tanah yang biasah diberikan kepada anis merah dan anis kembang.
Manfaat cacing tanah sudah diarsakan bebrapa kacer mania misalnya kacer yang selama ini cenderung bersuara ngeriwik atau hanya ngecier saja akan menjadi lebih cepat dan rajin bunyi apabila rutin diberi cacing merah dalam perawatan hariannya.
Berikut ini beberapa manfaat cacing tanah bagi burung kacer.
- Membantu mengatur birahi kacer baik burung yang kurang birahi maupun terlalu birahi
- Dapat melengkapi kebutuhan nutrisi dan protein hewani burung
- Menambah nafsu makan
- Melancarkan suara sehingga burung menjadi cepat ngeplong atau bersuara kencang
- Merangsang burung menjadi lebih rajin berbunyi.
Untuk hasil yang maksimal pemberian cacing merah sebaiknya disertai degan pola rawatan rutin lainnya berikut ini pola perwatan harian kacer yang diberikan terapi cacaing merah;
- Dalam perwatannya kacer sebaiknya mendapatkan pengembunan setidaknya dua kali seminggu
- Mandikan kacer setiap hari dan setiap bebrapa hari burung dimandikan dengan cairan desinfektan atau obat kutu untuk mencegah dan mengusir kutu yang acapkali membuat burung stres dan malas berkicau
- Penjemuran dilakukan selama 1,5-2 jam dimulai pagi hari setelah burung dimandikan
- Untuk kacer yang cenderung ngeriwik atau hanya ngecier saja maka pemberian jangkrik dan ulat hongkong bisa diberikan dalam porsi lebih banyak daripada biasahnya
- Berikan cacing merah sebanyak 1-2 ekor dengan frekuensi 2-3 seminggu (tidak perlu tiap hari)
- Pemasteran dilakukan untuk menambah variasi kicaunnya sekaligus untuk memancingnya agar lebih rajin berbunyi
- Pada malam hari sebaiknya kacer dikrodong full dan dibuka pada waktu akan diembunkan atau pada pagi hari
Dengan melakukan pola rawatan yang teratur seperti diatas maka kacer yang semula hanya ngiwik akan menjadi lebih rajin berbunyi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar